Tampilkan postingan dengan label Motivasi Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Hidup. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Desember 2014

Resensi Ke-3 Saya Di Koran Jakarta (2)

"Mengajarkan Kebijakan kepada Para Remaja"

Resensi ke-3 Lolos Koran Jakarta Setelah Editing pihak redaksi Edisi Kamis 11 Desember 2014 Mengajarkan Kebijakan Kepada Para Remaja

Resensi ini adalah naskah setelah editing pihak redaksi. Untuk naskah yang telah lolos ke harian koran jakarta -yang belum melalui proses editing redaktur, KLIK DISINI

KORAN JAKARTA -  Perkembangan zaman semakin kompleks. Situasi ini juga merembet ke dunai remaja yang tengah sibuk mencari jawab “siapa aku ini”. Dalam pencarian tersebut tak jarang remaja mentok ke tembok sehingga putus asa. Problem-problem seperti percintaan, pencarian jati diri, bisa mendorong remaja jatuh ke dalam pelukan narkoba dan miras. 

Judul : No More Galau, Saatnya yang Muda Jadi Bijaksana
Penulis : Rico dan @Nasehatsupers
Penerbit : Transmedia Jakarta
Cetakan : I, Desember 2014
Tebal : 186 halaman
ISBN : 978-979-799-293-4
Harga : Rp38.000
   

Apalagi hal ini ditambah lagi banyak orang tua yang tidak sempat memantau kegiatan anak karena sibuk bekerja. Buku No More Galau mengupas berbagai macam masalah pelik tersebut beserta solusinya. Setiap masalah ada solusinya, yaitu kebijaksanaan (sampul depan). Kunci kehidupan ada di dalam diri sendiri. 

Setiap orang bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, bukan orang lain (hal 14). Jika ditarik ke belakang, pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran salah seorang filsuf besar Prancis, Jean Jacques Rousseau. Dia mengatakan yang menentukan jati diri seseorang bukanlah unsur dari luar, melainkan dia dan pemikiran sendiri. Kaum remaja amat mudah menyerah saat jatuh ditimpa masalah. 

Ini harus diubah! Remaja harus optimistis. Orang optimistis melihat masalah sebagai peluang, sedangkan yang pesimistis melihatnya sebagai hambatan (hal 10). Remaja harus mempertebal mental.

“Besarkanlah mentalmu, maka masalahmu akan menjadi kecil. Kalau mentalmu kecil, masalahmu akan menjadi besar. Jangan pernah mundur satu langkah pun” (hal 15). Para remaja sering terjebak dengan problem-problem yang tidak perlu sehingga menghabiskan energi. 

“Mikirin pacar berhari-hari bisa. Sedih karena putus cinta juga bisa. Tapi kenapa mengingat Tuhan dan bersujud pada-Nya gak bisa?” (hal 18). Buku ini juga memberi petuah umum yang sudah banyak diucapkan. Namun ada baiknya disimak. “Janganlah bangga dan sombong karena kekayaan karena itu hanya titipan-Nya. 

Kadang Tuhan menguji manusia dengan yang menyenangkan. Banyak orang gagal justru karena harta. Seharusnya setiap orang sadar bahwa semua hanya titipan, termasuk jiwa ini (hal 147). Ke depan, dunia semakin kompleks. Demikian pula dengan kehidupan, tentu tambah pelik. Namun begitu, tak perlu khawatir karena berbagai masalah tidak akan membesar bila tidak dibesar-besarkan (hal 176). 

Tema lain yang diangkat buku ini adalah perihal karma. Masyarakat memercayai bahwa karma memang ada. Manusia akan menerima balasan atas semua perbuatan yang dilakukan. Misalnya, tindakan yang baik akan dibalas dengan kebaikan, demikian pula sebaliknya. Paham seperti ini masih hidup di sejumlah masyarakat. 

Yang jelas, manusia harus selalu berbuat baik (hal 151). Baik juga bila setiap orang, baik remaja maupun dewasa, merenung dan menjawab pertanyaan akan tujuan hidup. “Apa sih sebenarnya yang kamu cari dalam hidup ini?” (hal 16). 

Judul : No More Galau, Saatnya yang Muda Jadi Bijaksana
Penulis : Rico dan @Nasehatsupers
Penerbit : Transmedia Jakarta
Cetakan : I, Desember 2014
Tebal : 186 halaman
ISBN : 978-979-799-293-4
Harga : Rp38.000
    


Diresensi oleh Imam Setiyo  
Pengemudi Gojek

Resensi Ke-3 Saya Di Koran Jakarta (1)

Urgensi Kebijaksanaan dalam Mengatasi Masalah Remaja
Resensi ke-3 Lolos Koran Jakarta (Sebelum Editing pihak redaksi) edisi Kamis, 11 Desember 2014 "Urgensi Kebijaksanaan dalam Mengatasi Masalah Remaja". Resensi ini adalah naskah sebelum editing pihak redaksi. Untuk naskah yang telah lolos ke harian koran jakarta -yang telah melalui proses editing redaktur, KLIK DISINI


 
Judul : No More Galau, Saatnya yang Muda Jadi Bijaksana 
Penulis : Rico dan @Nasehatsupers
Penerbit : Transmedia Jakarta 
Cetakan : I, Desember 2014 
Tebal : 186 halaman 
ISBN : 978-979-799-293-4 
Harga : Rp38.000

Pada masa kekinian, kita tentu hafal betul masalah apa saja yang dialami para remaja. Mulai dari soal cinta, persahabatan, pekerjaan, pencarian jati diri, sampai masalah narkoba dan miras. Buku No More Galau mengupas berbagai macam masalah pelik tersebut beserta solusinya. Setiap masalah pasti ada solusinya. Namun, menurut Rico ―sang penulis, solusinya cuma satu yaitu kebijaksanaan (kover depan)

Penulis kreatif itu berpendapat bahwa kunci dari kehidupan ini ada di dalam diri kita sendiri. Kita-lah yang bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Bukan orang lain (Halaman 14)

Jika ditarik ke belakang, pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran salah seorang filsuf besar Prancis Jean Jacques Rousseau, bahwa yang menentukan jati diri seseorang bukanlah unsur di luar dirinya, melainkan diri dan pemikirannya sendiri.

Lebih lanjut, anak muda yang sudah mengalami asam garam hidup itu mengatakan, masalah ‘pola pokir’ turut memperburuk kehidupan remaja. Menurutnya, remaja amat mudah menyerah saat jatuh ditimpa masalah. “Ini harus diubah!”, kata Rico. Kita harus optimis. Orang optimis melihat masalah sebagai peluang. Sedangkan orang pesimis melihat masalah sebagai hambatan (Halaman 10)

Soal pola pikir, tentunya setiap orang punya pendapat masing-masing. Tapi sebagai remaja yang rutin memotivasi orang lain, Rico paham betul masalah ini. Ada satu nasehat dari sang penulis yang pas di hati: “Besarkanlah mentalmu maka masalahmu akan jadi kecil. Kecilkanlah mentalmu maka masalahmu akan jadi besar. Jangan pernah mundur satu langkah pun!” (Halaman 15)

Selain memotivasi, remaja optimistis itu juga menyarankan ―lebih tepatnya menyindir― para remaja dalam tulisannya: “Mikirin pacar berhari-hari bisa. Sedih karena putus cinta juga bisa. Tapi kenapa mengingat Tuhan dan bersujud padaNya gak bisa?” (halaman 18)

Selain soal pola pikir dan sindiran tadi, pria yang pantang menyerah itu kembali menyadarkan kita perihal kebijaksanaan dalam tulisannya: “Janganlah bangga dan sombong karena kekayaan kita. Itu hanya titipan dariNya. Kadang Tuhan menguji kita dengan hal menyenangkan. Banyak orang gagal justru karena harta. Harusnya kita sadar bahwa semua itu hanya titipan-Nya” ―termasuk jiwa kita (halaman 147). “Banyak masalah yang akan datang menghampiri kita. Banyak cobaan yang akan menguji kekuatan kita. Tapi, masalah tidak akan jadi besar bila masalah tersebut tidak dibesar-besarkan.” (halaman 176).

Tema lain yang diangkat oleh mantan pengusaha warung mi ayam itu adalah perihal karma. “Kita akan menerima balasan atas semua perbuatan yang kita lakukan. Ketika kita melakukan kebaikan, maka kita akan mendapatkan kebaikan. Kita tidak boleh menyalahkan Tuhan karena Dia telah menyiapkan balasan yang tepat atas apa yang telah kita lakukan. Dengan demikian, lakukanlah kebaikan sebanyak-banyaknya dan tunggulah balasan dariNya.” (halaman 151).

Sebagai penutup, Rico menulis sebuah pertanyaan yang membuat kita terdiam membisu: “Apa sih sebenarnya yang kamu cari dalam hidup ini?” (halaman 16).

Buku No More Galau penuh dengan kata bijak, gambar ilustrasi dan cerita motivasi sebagai representasi dari rumitnya kehidupan manusia. Buku ini juga penuh dengan bahasa pengantar dan ungkapan santai khas anak muda. Meskipun didalamnya banyak ungkapan yang kurang sopan, buku ini mampu menyentuh lubuk hati pembacanya. Buku No More Galau cocok untuk anak muda, terutama mereka yang doyan galau.

Judul : No More Galau, Saatnya yang Muda Jadi Bijaksana 
Penulis : Rico dan @Nasehatsupers
Penerbit : Transmedia Jakarta 
Cetakan : I, Desember 2014 
Tebal : 186 halaman 
ISBN : 978-979-799-293-4 
Harga : Rp38.000
Diresensi oleh Imam Setiyo 
Pengemudi Gojek

Kamis, 04 Desember 2014

Resensi ke-2 Saya Di Koran Jakarta (2)

 Telaah Psikologis Penyakit Krisis Kepercayaan Diri

Resensi Ini Merupakan Naskah Resensi Yang Lolos Ke Meja Redaksi Koran Jakarta Setelah Proses Editing Dari Redaksi. Resensi ke-2 Lolos Koran Jakarta (Setelah Editing pihak redaksi) edisi Kamis, 04 Desember 2014 "Telaah Psikologis Penyakit Krisis Kepercayaan Diri.

Koran Jakarta - Dewasa ini, sebagian remaja hidup dalam ketidakpastian. Mereka menghadapi krisis jati diri, ancaman narkoba, dan miras. Mereka mengalami kepercayaan diri yang rendah. Kondisi seperti itu menyebabkan para remaja sangat rentan terhadap narkoba dan pergaulan bebas, yang ujung-ujungnya berakibat pada kesuraman masa depan. Padahal, persaingan kerja masa mendatang amat sengit. Mereka yang sudah bersiap diri saja masih bisa kesulitan bersaing. Apalagi mereka yang krisis kepercayaan diri, tentunya akan tambah sulit memenangi persaingan.
Judul        : Satu Hari Menjadi Lebih PercayaDiri
Penulis    : Derry Iswidharmanjaya dan Jubilee Enterprise
Penerbit    : Elex Media Komputindo
Cetakan    : I, November 2014
Tebal        : 193 halaman
ISBN        : 978-602-02-5064-9
Harga        : Rp39.800

Buku ini mencoba menyadarkan para remaja dan orang tua akandampak buruk krisis kepercayaan diri dari sudut pandang psikologis. Kepercayaan diri adalah fondasi yang sangat penting untuk menggapai kesuksesan dalam bidang apa pun. “Rasa percaya diri yang rendah bagaikan menyelami kehidupan dengan tangan patah. Segala sesuatu akan tampak mungkin dilakukan jika punya keberanian dan kepercayaan diri,” (halaman 46).


Rata-rata krisis kepercayaan diri disebabkan bayangan kegagalan masa lalu. Untuk mendapat rasa percaya diri yang tinggi, seseorang harus berkonsentrasi guna meraih kesuksesan. Buang jauh-jauh bayang-bayang kegagalan masa lalu (halaman 4).


Sebab lain krisis kepercayaan diri, salah satunya, adalah kecenderungan mengeluh dan menyesali kegagalan. Mengeluh dan menyesal akan berakibat fatal sehingga orang menjadi tidak produktif. “Orang-orang sekitar tak punya waktu untuk kita jika terus-menerus mengeluh,” (halaman 59). “Masa depan hanyalah untuk mereka yang mau bekerja keras. Tidak ada waktu untuk menyesal. Tidak ada waktu untuk mengeluh. Semua harus bekerja keras,” (halaman 35).


Orang tua berperan penting dalam membantu anak mengatasi masalah tersebut. Ayah ibu adalah sosok-sosok yang bertanggung jawab dalam pembangunan karakter putra-putri. “Guru yang utama dalam pembentukan karakter sang anak adalah orang tua,” (halaman 96). “Jika seorang remaja tak punya rasa percaya diri, bisa terjerumus mengikuti arus begitu saja tanpa daya. Pada akhirnya dia tidak tahu ke mana harus berpijak,” (halaman 116).


Buku Satu Hari Menjadi Lebih Percaya Diri juga memberi nasihat yang sudah sering didengar. “Kelemahan terbesar manusia terlalu cepat menyerah. Untuk menggapai kesuksesan, seseorang harus berusaha terus-menerus tanpa kenal lelah,” (halaman 149).

Tujuan buku ini adalah menyadarkan pentingnya kepercayaan diri dalam hidup. Banyak ungkapan bijak di setiap halaman. Meski banyak ungkapan yang sulit dimengerti dan berfilsafat, buku ini tetap perlu dibaca untuk menambah referensi.     

Judul        : Satu Hari Menjadi Lebih PercayaDiri
Penulis    : Derry Iswidharmanjaya dan Jubilee Enterprise
Penerbit    : Elex Media Komputindo
Cetakan    : I, November 2014
Tebal        : 193 halaman
ISBN        : 978-602-02-5064-9
Harga        : Rp39.800
Diresensi oleh Imam Setiyo,
Pengemudi Gojek


Resensi ke-2 Saya Di Koran Jakarta (1)

Sisi Psikologis Penyakit Krisis Kepercayaan Diri

Resensi ke-2 Lolos Koran Jakarta (Sebelum Editing pihak redaksi) edisi Kamis, 04 Desember 2014 "Sisi Psikologis Penyakit Krisis Kepercayaan Diri"

Koran Jakarta - Dewasa ini, sebagian remaja hidup dalam ketidakpastian, krisis jati diri, ancaman narkoba dan miras, serta kepercayaan diri yang rendah. Kondisi seperti ini menyebabkan para remaja sangat rentan terhadap narkoba dan buruknya pergaulan bebas, yang ujung-ujungnya berakibat pada suramnya masa depan mereka. Padahal, persaingan kerja di masa mendatang amat sangat sengit. Mereka yang sudah bersiap diri saja masih kesulitan dalam bersaing, apalagi mereka yang krisis kepercayaan diri, tentunya akan tambah sulit untuk memenangi kerasnya persaingan.

Judul : Satu Hari Menjadi Lebih Percaya Diri
Penulis : Derry Iswidharmanjaya & Jubilee Enterprise
Penerbit : Elex Media Komputindo, Jakarta
Cetakan : I, November 2014
Tebal : 193 halaman
ISBN : 978-602-02-5064-9
Harga : Rp39.800

Derry Iswidharmanjaya & Jubile Enterprise memahami dengan baik masalah tersebut dan mencoba menyadarkan para remaja dan orang tua tentang buruknya akibat dari krisis kepercayaan diri dari sudut pandang psikologis. Derry menyebutkan bahwa kepercayaan diri adalah pondasi yang sangat penting untuk menggapai kesuksesan dalam bidang apapun. Dia Banyak menuliskan kata-kata bijak dalam bukunya Satu Hari Menjadi Lebih Percaya Diri ini.

“Rasa percaya diri yang rendah itu bagaikan menyelami kehidupan dengan tangan yang patah. Segala sesuatu akan tampak mungkin untuk dilakukan, jika kita punya keberanian dan kepercayaan diri”. (Hal. 46)

Sarjana psikologi Universitas Sanata Darma ini menambahkan, rata-rata krisis kepercayaan diri disebabkan oleh bayangan kegagalan di masa lalu. Oleh sebab itu, Derry berpendapat bahwa untuk mendapatkan rasa percaya diri yang tinggi, kita harus berkonsentrasi pada kesuksesan yang telah kita raih, dan membuang jauh-jauh bayang-bayang kegagalan yang kita alami di masa lalu. (Hal. 4)
Lebih lanjut, psikolog dan penulis produktif ini menjelaskan penyebab-penyebab lain munculnya penyakit krisis kepercayaan diri, salah satunya yaitu kecenderungan untuk mengeluh dan menyesali kegagalan. Menurutnya, mengeluh dan menyesal akan berakibat fatal terhadap produktifitas dan hidup seseorang.

“orang-orang di sekitarmu tak punya waktu untuk dirimu jika kamu terus-menerus mengeluh”. (Hal. 59). “Masa depan hanyalah untuk mereka yang mau bekerja keras. Tidak ada waktu untuk menyesal. Tidak ada waktu untuk mengeluh. Kita harus bekerja keras. Kita harus bekerja keras”. (Hal. 35)

Tidak hanya meningatkan para remaja, peneliti bidang psikologi populer ini pun mencoba memberikan penjelasan bagi para orang tua terkait dengan masalah krisis kepercayaan diri yang dialami anak-anaknya. Hal ini terlihat dari dua ungkapan menyentuh berikut: “Guru yang utama dalam pembentukan karakter sang anak adalah orang tuanya sendiri”. (Hal. 96). “Jika Seorang remaja tak punya rasa percaya diri, maka dia akan terjerumus mengikuti arus begitu saja tanpa daya, dan pada akhirnya dia tidak tahu dimana ia harus berpijak”. (Hal. 116)

Dari semua materi dalam buku Satu Hari Menjadi Lebih Percaya Diri ini, ada sebuah ungkapan yang sangat menyentuh: “Kelemahan terbesar kita adalah, kita terlalu cepat untuk menyerah. Untuk menggapai kesuksesan, kita harus selalu berusaha, terus-menerus, kontinyu, dan tanpa kenal lelah”. (hal. 149)

Derry Iswidharmanjaya & Jubile Enterprise berhasil menyadarkan kita akan pentingnya kepercayaan diri dalam hidup. Mereka menjelaskan secara tepat perbedaan antara orang yang percaya diri dan yang tidak percaya diri. Banyak sekali ungkapan bijak di setiap halamannya. Meski banyak ungkapan yang sulit dimengerti dan berfilsafat, buku ini mampu menyentuh hati para pembacanya. Buku psikologi populer ini cocok untuk semua pembaca, mulai dari remaja sampai orang tua.

Judul : Satu Hari Menjadi Lebih Percaya Diri
Penulis : Derry Iswidharmanjaya & Jubilee Enterprise
Penerbit : Elex Media Komputindo, Jakarta
Cetakan : I, November 2014
Tebal : 193 halaman
ISBN : 978-602-02-5064-9
Harga : Rp39.800
Diresensi oleh Imam Setiyo,
Pengemudi Gojek

Senin, 27 Oktober 2014

Resensi ke-1 Saya Di Koran Jakarta (2)

Sekali Lagi, Sadari Bahaya Narkoba

Resensi ke-1 Lolos Koran Jakarta (Setelah Editing pihak redaksi) edisi Jumat, 24 Oktober 2014 "Sekali Lagi, Sadari Bahaya Narkoba"
KORAN JAKARTA - Buku Melampaui Mimpi mencoba menegur generasi muda yang tejerat narkotika Selain itu, buku ini sekaligus sebagai motivasi para pembaca. Buku ini menceritakan kisah penulis, Ginan, yang sejak kecil kehidupannya “menyedihkan”.



Ketika remaja Ginan terjerat narkoba, minuman keras, dan terinfeksi HIV. Perjalanannya begitu berliku sampai akhirnya mampu menyelesaikan kuliah, mengabdikan diri pada masyarakat, dan bahkan berhasil berangkat ke Prancis.

Judul : Melampaui Mimpi
Penulis : Ginan Koesmayadi dan Sundea
Penerbit: Gagas Media
Cetakan : I, September 2014
Tebal : xii + 328 halaman
ISBN : 979-780-751-7
Harga : Rp65.000
Kisahnya diawali ketika Ginan sering bertengkar dengan orang tuanya. Ayah dan ibu akhirnya bercerai. Dia juga kehilangan kakaknya. Situasi tersebut membuat Ginan pontangpanting mencari jati diri. Hidupnya penuh dengan kehampaan.

Bahkan, kedatangan ibu baru karena ayahnya menikah lagi, tak mengubah apa pun. Hidupnya kosong. Masih ada luka dan trauma. Semua itu terjadi pada waktu dia duduk di SD. Hebatnya, kondisi yang berat bagi seorang bocah itu tidak menggangu pelajaran. Nilai-nilai rapotnya bagus. Namun, kehidupan tambah buruk ketika Ginan SMP dan SMA karena mulai terjerumus. Lingkungan baru menawarkan “penerimaan” sehingga dia jatuh cinta pada valium, nipam, antidepresan, putaw, hingga narkoba suntik. Hidupnya berantakan.

Seperti kebanyakan pencandu narkoba, pria kalem ini pun mulai mencuri barang teman-temannya agar dapat membeli obat-obatan terlarang. Bahkan, orang yang sebenarnya pintar ini merampok rumahnya sendiri. Orang tuanya lalu mengirimnya ke Yogyakarta untuk kuliah di sebuah universitas setempat. Di kampus pun penggembar membaca ini tetap bermasalah.

Pantaslah bila kekasihnya, Anya, meninggalkannya. Teman-teman kuliah sering menemukannya terkapar di toilet karena overdosis. Ayahnya belum menyerah dan mengirimnya ke pesantren di Ponorogo dengan harapan agar sembuh.

Namun, kenyataan berkata lain. Ginan kabur dari pesantren. Mungkin putus asa, ayahnya mencoba memasukkan ke rumah sakit jiwa. “Petualangannya” terus berlanjut ketika dia tertangkap polisi saat mencuri. Aparat menjebloskan ke penjara beberapa bulan. Hidupnya berantakan, kecanduan, ditinggalkan teman, putus cinta, mengecewakan keluarga, dan masuk penjara. Hebatnya, dia bisa bangkit.

“Saat berada di titik terendah, seseorang tak punya pilihan, kecuali berjuang untuk bangkit dan memperbaiki hidup” (hal 90). Ginan mengikuti rehabilitasi di Malaysia. Setelah itu, dia kembali melanjutkan kuliah dan akhirnya diwisuda. Hidup selanjutnya adalah mengisi lembaran kebaikan dengan mendirikan Komunitas Rumah Cemara. Ginan juga berkesempatan bersama teman-temannya berhasil berangkat ke Homeless Cup di Paris.

“Saya percaya pada hukum alam yang berlaku sepanjang masa. Semesta merespons keyakinan kita dengan sesuatu yang baik. Yang Mahakuasa tidak pernah lengah.

Tak ada satu pun yang luput dari-Nya, termasuk doa saya, Semesta, berikan kaki-kaki ini kekuatan untuk melangkah....” (hal 4). Buku ini menjadi pelajaran penting bagi anak-anak muda. Meski ceritanya kurang sistematis dan banyak ungkapan refl ektif yang sulit dimengerti, dia berupaya mengingatkan masyarakat akan bahaya obat-obatan terlarang.

Buku ini perlu dibaca anak-anak muda agar mendapat sudut pandang yang benar terhadap narkotika. Para orang tua juga dapat belajar dari dunia remaja.

Judul : Melampaui Mimpi
Penulis : Ginan Koesmayadi dan Sundea
Penerbit: Gagas Media
Cetakan : I, September 2014
Tebal : xii + 328 halaman
ISBN : 979-780-751-7
Harga : Rp65.000
Diresensi oleh Imam Setiyo, 
Pengemudi Gojek 


Resensi ke-1 Saya Di Koran Jakarta (1)

Mengambil Pelajaran 
Berharga Dari Narkoba



Resensi ke-1 Lolos Koran Jakarta (Sebelum Editing pihak redaksi) edisi Jumat, 24 Oktober 2014 "Mengambil Pelajaran Berharga Dari Narkoba"

Koran Jakarta - Luar biasa, sarat akan pesan moral! Itulah kesan ketika membaca buku Melampaui Mimpi. Buku ini menjadi teguran bagi generasi muda yang ―seperti yang sedang terjadi saat ini― rentan akan krisis jati diri dan jeratan narkotika. Buku ini mengandung pesan berharga bagi remaja yang saat ini belum menyadari bahwa narkotika akan merenggut segalanya. Selain itu, buku ini sekaligus sebagai motivasi untuk pembacanya. Bagaimana tidak, Ginan yang telah melalui kehidupan yang begitu dramatis, masa kecil penuh kesedihan, yang berlanjut hingga remaja, membuat Ginan terkena jeratan narkoba, minuman keras, mencoba narkoba suntik, sampai terinfeksi HIV. 

Judul              : Melampaui Mimpi
Penulis           : Ginan Koesmayadi dan Sundea
Penerbit        : Gagas Media
Cetakan         : I, September 2014
Tebal              : xii + 328 halaman
ISBN               : 979-780-751-7
Harga             : Rp65.000

Ternyata, Ginan berhasil diwisuda, mengabdikan diri pada masyarakat, bahkan berhasil berangkat ke Prancis.

Bermula ketika Ginan menjalani hidup yang penuh dengan pertengkaran orangtuanya, sampai akhirnya orang tuanya bercerai dan Ginan-pun kehilangan Ibu dan Kakaknya. Kehidupan itu membuat Ginan kesulitan mencari jati diri. Hidupnya penuh dengan rasa hampa. Bahkan, pernikahan Ayah Ginan dengan Ibu baru Ginanpun tidak mengubah apapun. Hidupnya kosong. Masih ada luka dan trauma dalam hidup seorang Ginan. Walaupun begitu, hidup Ginan dimasa SD tidaklah buruk, nilainya baik dan tidak bermasalah. Namun, semua berubah ketika Ginan menginjak bangku SMP dan SMA. Ginan mulai terjerumus. Lingkungan baru menawarkan ‘penerimaan’ membuat Ginan jatuh cinta pada hidupnya saat itu.  Tapi, hal itu justru membuat Ginan hancur. Ginan mulai terpengaruh valium, nipam, antidepresan, putaw, bahkan narkoba suntik. Hidup Ginan berantakan. Ginan mulai berani mencuri barang teman-temannya hanya untuk membeli ‘barang’. Bahkan, Ginan merampok rumahnya sendiri. Ginan lalu dipindahkan oleh orangtuanya ke Yogyakarta. Ginanpun diterima di sebuah universitas.

Dikampus pun Ginan tetap bermasalah. Anya, kekasih Ginan, memutuskan untuk meninggalkan Ginan. Dikampus, teman-teman Ginan sering menemukannya terkapar di toilet dengan kondisi overdosis. Ayahnya belum menyerah. Ginan dipesantrenkan di Ponorogo dengan harapan Ginan bisa sembuh. Namun, kenyataan berkata lain. Ginan kabur dari pesantren. Tak berhenti sampai disitu, takdir juga berkata bahwa Ginan harus kehilangan salah satu keluarganya. Bahkan, Ginan juga kehilangan teman akrabnya sendiri.

Belum menyerah, Ayah Ginan mencoba memasukkannya ke rumah sakit jiwa. Belum berakhir disini, Ginan tertangkap basah oleh polisi saat mencuri. Ginanpun dijebloskan kepenjara, berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Hidup Ginan amat dramatis. Mulai dari overdosis karena narkoba, dijauhi teman, putus cinta, mengecewakan keluarga, masuk penjara, mencoba narkoba suntik, kabur dari pesantren, diusir dari rumah, masuk rumah sakit jiwa, kehilangan orang tercinta, dan pada akhirnya dokter menyatakan Ginan terinveksi HIV. Namun, Ginan bertekad untuk bangkit.

“Saat berada dititik terendahnya, seseorang tak punya pilihan lain kecuali berjuang untuk bangkit dan memperbaiki hidupnya sendiri” (Hal 90).
Ginan mengikuti rehabilitasi di Malaysia. Selesai rehabilitasi, Ginan kembali menjalani kuliah. Ternyata Ginan berhasil lulus dan diwisuda. Tak cukup sampai disitu, Ginan mendirikan Komunitas Rumah Cemara. Tak lama, Ginan dan teman-temannya berhasil berangkat ke Homeless Cup di Paris, serta mengharumkan nama Indonesia.

“Saya percaya pada hukum alam yang berlaku sepanjang masa: Semesta merespon kayakinan kita dengan sesuatu yang baik. Yang Maha Kuasa tidak pernah lengah. Tak ada satupun yang luput dari-Nya, termasuk Doa saya, “semesta, berikan kaki-kaki ini kekuatan untuk melangkah...” (hal 4).

Ginan-Sundea bercerita dengan sangat sempurna dan menjadi pelajaran penting bagi anak-anak muda lainnya. Meskipun ceritanya kurang sistematis, dan banyak ungkapan reflektif yang sulit dimengerti, Ginan-Sundea berhasil menegur para pembacanya dan membuat mereka terkesima. Buku ini sangat layak dibaca oleh anak-anak muda agar mendapatkan sudutpandang yang benar terhadap narkotika, serta oleh para orangtua agar selalu belajar dari dunia remaja.

Judul              : Melampaui Mimpi
Penulis           : Ginan Koesmayadi dan Sundea
Penerbit        : Gagas Media
Cetakan         : I, September 2014
Tebal              : xii + 328 halaman
ISBN               : 979-780-751-7
Harga             : Rp65.000


Diresensi oleh Imam Setiyo,
Pengemudi Gojek

Selasa, 02 Maret 2010

Lucid Dreams: Cara Asik Menguasai Mimpi

How To Control our dreams?? check it out....
"Lucid Dream, Singkatnya, Lucid Dream adalah keadaan dimana kita sadar kalau kita sedang bermimpi. Dengan kata lain, tujuan penelitian ini adalah membuat seseorang dapat masuk ke keadaan lucid dream secara sadar dan sesuai keinginan. Lucid Dream terbagi dua.


1.Dream Initiated Lucid Dreaming (DILD)
adalah keadaan saat kita sadar kita sedang berada dalam mimpi SAAT sedang di tengah mimpi. Ini lebih sering terjadi, dan ini lebih ke arah kebetulan.

2.Wake Initiated Lucid Dreaming (WILD)
adalah keadaan lucid dream yang disengaja.

Oneironaut adalah orang yang bisa bebas menjelajahi mimpi, dan menurut penelitian, keadaan ini seharusnya dapat dilatih! Ada beberapa tokoh sejarah yang tercatat sebagai Oneironaut. Salah satunya, untuk contoh, adalah Richard Feynman, peraih nobel fisika yang terkenal saat berhasil menemukan kenapa Shuttle Chalengger meledak. Dia seorang Oneironaut natural, bisa dibaca di catatan-catatannya di bukunya.

Bagaimana cara menjadi oneironaut? Richard Feynman mencobanya dan berhasil hanya dalam sekali coba. Caranya adalah dengan menjaga kesadaran saat kita mulai tertidur.

Mengerti? Biasanya, kita tak sadar dan tiba-tiba saja sudah terbangun keesokan harinya. Kapan tepatnya kita tertidur? Untuk menjadi seorang oneironaut, kita harus melatih diri dan berusaha memperhatikan kapan tepatnya kita tertidur. Saat kita berhasil sadar saat menembus membran antara bangun-tidur ini (dikenal dengan istilah hypnagogic state), secara teori kita akan bisa sadar saat tiba di alam mimpi.

Cara ini disebut Wake initiation of lucid dream (WIoLD). Teknik Step by stepnya adalah seperti ini:

1.Konsentrasi dan Relaks. Tutup mata dan konsenerasikan pikiran ke relaksasi sekujur tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kontrol pernafasan dan lambatkan.

2.Buka mata pikiran. Maksudnya, coba buat bayangan visual sementara mata kita tertutup.

3.Jaga pikiran agar tetap sadar. Inti dari WIoLD adalah membuat tubuh relaks tetapi pikiran terjaga dalam keadaan santai. Kalau pikiran tegang, tubuh tidak akan mau tidur.Cara ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya berhitung, membayangkan diri sedang naik turun tangga, dan lain sebagainya. Fase 2 dan 3 dapat dilakukan sendiri sendiri atau bersamaan.

4.Ini adalah fase utama, perhatikan baik-baik. Kebanyakan orang (termasuk saya) sering berhasil tiba di fase ini tapi gagal masuk ke fase selanjutnya. Padahal barrier antara dunia nyata dan dunia mimpi sudah setipis kertas.

Saat kita tiba di hypnagogic state dalam keadaan sadar, kita biasanya akan mengalami sleep paralysis (yang biasa dikenal dengan diduduki jin saat tidur), mendengar suara-suara keras, sulit bernafas, sensasi jatuh atau berputar-putar, dan perasaan melayang ke dimensi lain. Kebanyakan orang akan panik dan terbangun. JANGAN! Tenangkan diri. Tenang saja, belum ada orang mati karena masuk ke alam mimpi. Pertama mungkin akan panik dan terbangun, tapi kalau cukup sering tiba di fase 4 ini, mudah-mudahan rasa panik itu akan hilang.

5.Ini adalah fase setelah kita berhasil tiba di alam mimpi. Kita akan mengalami sensasi seperti berada di ruangan atau terowongan yang gelap gulita. Kadang orang sudah sampai sini, panik, dan terbangun. SAYANG SEKALI!!!

Saat kita tiba di sini, dengan berkonsenterasi cukup keras, kita dapat memilih dan menjelajahi mimpi kita sendiri. Dan kita secara resmi berhasil menjadi seorang Oneironaut

Tentu saja, ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Oleh karena itu, saya meneliti cara-cara yang bisa dilakukan untuk mempermudahnya. Cara-cara tersebut adalah:

1.Dream Recall.
Ini adalah teknik paling dasar dan harus dilakukan terus menerus. Sediakan pensil dan kertas di sebelah kasur kita, dan setiap kita bangun tidur, langsung catat apapun yang teringat dari mimpi kita. Banyak orang sulit mengingat mimpi, cara ini akan membiasakan otak untuk mengingat mimpi. Dream Recall juga akan membantu memperjelas Lucid Dream.

2.Makan Pisang.
Serius. Pisang mengandung banyak Tryptophan dan Vitamin B6 per gramnya. Tryptophan, akan diubah menjadi Serotonin di otak, dibantu oleh Vitamin B6. Serotonin adalah zat kimia yang mengatur mood, ingatan jangka pendek, dan MIMPI di dalam otak. Beberapa bahan makanan lain mengandung Serotonin cukup banyak, misalnya tomat dan kacang. Tapi serotonin sulit diserap oleh otak, karena terhalang oleh blood-brain barrier yang melingkupi otak. Coba makan banyak pisang tiap hari, terutama setelah makan malam.

3.Wake-Back-to-Bed (WBTB)
Ini adalah teknik untuk berusaha langsung masuk ke fase REM (Rapid Eye Movement), yaitu fase tidur saat terjadinya mimpi. Tidurlah dalam keadaan lelah, kemudian bangun 5 jam kemudian. Dalam keadaan mengantuk, konsenterasilah pada teknik WIoLD.

Untuk orang yang kesulitan sadar sampai hypnagogic state, bisa juga menggunakan cara ini: pasang jam weker/minta orang bangunkan 1/2 jam-1 jam setelah kita mulai berusaha tidur. Biasanya kita mulai kehilangan kesadaran pada waktu itu. Tapi jangan bangun! tetap dalam kondisi setengah tidur, coba lagi teknik WIoLD dan berusaha sadar menembus hypnagogic state sekali lagi.

Apakah semua orang bisa menjadi Oneironaut? Sebenarnya ya, tapi kemungkinan, ada orang-orang tertentu yang berbakat menjadi Oneironaut. Sayangnya saya tidak termasuk orang-orang tersebut. Itulah alasannya kenapa saya mencari sukarelawan. Orang-orang seperti apa yang berbakat menjadi Oneironaut?

Orang dengan pikiran visual. Ada beberapa tipe pikiran manusia, yaitu Visual, Literal, dan Kinestetis. Orang dengan tipe pikiran visual dapat membayangkan benda secara visual saat menutup mata, orang berpikiran literal akan membayangkan DESKRIPSI benda, dan orang bertipe kinestetis akan membayangkan GERAKAN atau dia sedang MENGGUNAKAN benda.

Cara sederhana membedakan 3 tipe pikiran itu, seorang pemilik pikiran visual mudah belajar menggunakan gambar, pemilik pikiran literal dengan membaca atau mendengarkan, dan kinestetis dengan menulis atau berbicara keras-keras.

Seorang visual juga tidak bisa berhitung dalam hati dan membaca dalam waktu yang bersamaan, sementara seorang literal dan kinestetis (saya lupa urutannya) tidak bisa berhitung dalam hati sambil berbicara, dan tidak bisa bicara sambil berhitung dalam hati.

Kebanyakan artis dan desainer memiliki tipe pikiran visual, penulis memiliki tipe pikiran literal, dan atlet memiliki tipe pikiran kinestetis. Saya pribadi masih bingung apakah saya termasuk literal atau visual, karena saya menemukan karakter diri saya di keduanya, maklu, saya masih SMP, masih dalam perjalanan mencari jati diri. Bagi kalian yang merasa memiliki tipe pikiran visual, cobalah menjadi seorang Oneironaut!"

Kalo admin sendiri, belum pernah merasakan lucid dreams dari kecil sampe admin menulis artikel ini, tapi ane sering tuh ngerasain yang namanya SLEEP PEARALYSIS. Ane udah tanya-tanya juga ke mbah google, ke guru, ke ortu, ke teman. Dan hasilnya, ane simpulkan bahwa, ane perlu mempelajari semua yang mengenai fenomena2 aneh sekaligus menakjubkan ini, seperti sleep paralysis.

Sekian dulu ya para pembaca, oiya, artikel ini ane copy paste dan ane sempurnakan secukupnya dari kakak 2ndkucingsinden, buat kaka kucingsinden, thanks ya infonya. Wassalam
 

│ [Life] Le Blog D'Imam Setiyo │ Copyright © 2009 │ Dikelola Oleh Imam Setiyo │ Menggunakan Template Blog "DarkfolioZ" Yang Dipersembahkan Oleh "Bie Blogger Template" Dan "Ipietoon" │ Blog Ini Milik Imam Setiyo Dan Dikelola Untuk Keperluan Pribadi, Bisnis, Hobi, Pendidikan, Sharing Serta Publikasi Karya Pribadi │ Hal-hal Yang Berkaitan Dengan Publikasi Yang Ada Di Blog Ini Dapat Dikomunikasikan Secara Langsung Dengan Pemilik Blog Lewat Twitter, Twitter, Maupun Lewat 0813-1830-3377 (WhatsApp, Telegram, SMS) │ Akhir Kata, Selamat Mengunjungi Blog Saya Ini Serta Blog Saya Yang Lainnya │ Lihat Juga : Bisnis Pulsa Elektrik │ Otodidak Bahasa Inggris │ English Conversation │ English For Academic Purposes │ Penghasilan Tambahan │ Cara Mudah Bayar Tagihan │ Beasiswa │ -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------